Kamis, 25 Oktober 2012

Biografi - Tugas Softskill


Dita Ariska, singkatan dari ‘Dia Datang Atas Rizki Izin Sayang Kasih Allah’. Yaap, nama itu memang pemberian mama saya. Saya Dita Ariska, atau biasanya orang-orang sekitar saya memanggil saya cukup dengan pangggilan ‘Riska’ saja. Saya ingin memperkenalkan diri saya pada tulisan kali ini. Check it out J
Saya lahir di Jakarta pada tanggal 06 Juli tahun 1993, yang bertepatan pada hari Senin. Mungkin hari yang paling membahagiakan untuk orang tua saya jika mengingat sayaaaa adalah ‘Anak Pertama dan Terakhir’. Yaaap, saya memang anak tunggal dan saya sangat bangga dengan predikat tersebut .

Jadi, kedua orang tua saya adalah seorang pekerja keras atau mungkin orang-orang biasa menyebutnya ‘Workaholic’. Sejak saya kecil mereka memang cukup sering membiarkan saya melakukan semuanya sendiri, yang memang di karena kan mereka pasti sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Papa saya seorang Direktur sebuah perusahaan swasta di daerah Sudirman, Jakarta Pusat. Dia memang laki-laki yang sangat sangat tegas dan sangat menunjukan jati dirinya sebagai KOLERIS sejati, yaitu karakter manusia yang mempunyai dasar pemimpin. Dia siap menjadi karakter yang sangat ‘keras’ ketika saya berbuat salah, dan siap menjadi karakter yang sangat ‘penyanyang’ ketika saya membutuhkannya. Itu sebabnya saya sangat mengaguminya, dan saya dengan papa memang sama-sama memiliki persamaan yang besar. Terutama dalam hal berenang dan kucing :D papa saya adalah partner terbaik dalam hal apapun.

Mama saya seorang sekretaris terhebat dan tercantik di dunia. Pasti ga akan ada ibu yang mampu bekerja sebagai wanita karir yang hebat, sekaligus jadi ibu rumah tangga yang hebat pula. Itu pasti hanya mama saya yang mampu. Mama juga mempunyai hal yang sepertinya tidak akan saya miliki, yaitu ‘rasa sabar’ yang saya rasa tidak ada batas limitnya. Itu sebabnya walaupun mama punya banyak aturan, tapi memang dia mama yang mampu menghadapi saya hohoho. Mungkin butuh banyak paper untuk membahas mama saya yang memang agak hebat ini. Jadi saya akan melanjutkan anggota keluarga saya yang terakhir.

Apa di awal tulisan saya sudah memberi tau jika saya anak tunggal? Yaaa saya tidak sepenuhnya anak tunggal, karena sewaktu saya kecil mama mengangkat kakak sepupu saya yang sekarang tinggal di rumah saya sejak bangku Sekolah Dasar. Yang namanya Dinda Marinda. Seorang sekretaris juga seperti mama, seorang model, dan make up model. Yap, seorang sosok kakak yang sempurna dan membuat saya ingin menjadi seperti dia. Walaupun banyak perbedaan antara saya dengan kakak saya ini, saya cukup kehilangan jika dia menghilang keluar kota hehehe.

Pendidikan saya juga lumayan untuk dibanggakan. Saya bersekolah di bangku Sekolah Dasar Sepanjang Jaya 6 yang memang sangat berdekatan dengan rumah. Lalu saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMPN 16 Bekasi yang saat itu memang sekolah yang banyak peminatnya dan entah keajaiban darimana, saya mampu diterima dari ribuan anak dari sekolah lain. Keajaiban juga tidak berhenti sampai disitu. Saya pun melanjutkan ke SMA Negri yang lumayan juga peminatnya yaitu SMAN 3 Bekasi, yang ternyata saya diterima disekolah tersebut. Saya mampu menduduki bangku jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan aktif dalam extrakulikuler Dance.

Ketika saya lulus dengan nilai yang bisa saya bilang cukup memuaskan, saya tidak pernah berfikir untuk melanjutkan ke bangku kuliah dan mengambil Jurusan Sistem Informasi. Saya sangat menginginkan menjadi Dokter Hewan dan Psikolog. Namun setelah saya pertimbangkan dengan mama, maka akhirnya sayapun mengambil Jurusan Sistem Informasi yang sedang saya jalani saat ini.

Dengan semua yang sudah saya jalani seumur hidup saya. Saya belajar dari kesalahan saya dan kuat dari cobaan pada diri saya. Saya belajar menilai laki-laki dari papa saya yang temperamen tinggi tapi saya tau dibalik itu papa adalah laki-laki penyayang. Saya belajar jadi perempuan hebat yang sabar dari mama yang hampir tidak mengeluh dengan cobaan besar yang mama hadapi seperti sekarang ini. Saya belajar untuk selalu tersenyum di balik rasa sedih saya dari kakak saya Dinda yang memang selalu tersenyum dalam hidupnya. Saya belajar menerima kelebihan dan kekurangan seseorang dari sahabat-sahabat terhebat saya, yang sebesar apapun kekurangan mereka, mereka tetap punya kelebihan yang tidak dimiliki sahabat lain.

Saya juga mempunyai prinsip untuk selalu menghargai orang lain, karena dengan memulai dengan mengharagai dan mendengarkan, kita dapat menilai baik-buruknya orang itu. Menurut saya mudah untuk berbicara atau berkomentar, tetapi sulit untuk diam sejenak dan mendengarkan. Mudah untuk melakukan sesuatu tetapi sulit untuk memaafkan. Mudah untuk mengeluh tapi sulit untuk bersyukur.
Jadi, singkatnyaaaa menurut saya, belajar untuk lebih menghargai orang lain dan jalani sesuatu tanpa melihat pamrihnya. Sebelum anda mencari kesalahan orang lain, alangkah baiknya jika kita bercermin terlebih dahulu, apakah kita sudah lebih baik dari orang tersebut J
Sekian tulisan biografi saya.

BADEGOS RONGGAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman

About

want to know me? ask Fikri Mulkan XD♥
Twitter Widgets
Powered By Vistaprint